NEWSTICKER

Tag Result: penyelundupan narkoba

Tersangka Kasus Keripik Pisang Narkoba Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Keripik Pisang Narkoba Terancam Hukuman Mati

Nasional • 30 days ago

Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri menangkap delapan orang yang memproduksi keripik pisang narkoba di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kedelapan orang itu dijerat pasal berlapis.

Kedelapan orang itu dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal yang digunakan di antaranya Pasal 114 ayat 2, Jo Pasal 132 ayat 1, subsider Pasal 113 ayat 2, lebih subsider pasal 112 ayat 2, jo Pasal 132 ayat 1. 

"Ancamannya minimal pidana lima tahun dan maksimal hukuman mati. Denda paling sedikit Rp800 juta dan maksimal Rp10 miliar," ujar Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Wahyu Widada, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 3 November 2023.

Wahyu mengungkap peran delapan orang tersebut berperan sebagai pengelola media sosial (medsos), pemegang rekening dan pemegang hasil produksi, gudang pemasaran, pengolah, dan distributor. 

Para pelaku mencampurkan narkoba jenis happy water ke dalam keripik pisang yang diproduksinya. Produk tersebut selanjutnya mereka jual secara online. Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan kepolisian. Polisi menemukan sebuah toko yang menjual keripik pisang dengan harga tak wajar. 

"Emang harganya cukup tinggi, 'keripik pisang kok harga segitu', sebenarnya memang tidak masuk akal," kata Wahyu di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat, 3 November 2023.

Keripik pisang dengan berbagai kemasan di antaranya 500 gram, 200 gram, 100 gram, dan 50 gram, dengan harga mulai Rp1,5 juta hingga Rp6 juta. Selain itu, lanjutnya, mereka juga menjual happy water seharga Rp1,2 juta.

Kronologi Pengungkapan Rumah Produksi Keripik Pisang Narkoba di Bantul

Kronologi Pengungkapan Rumah Produksi Keripik Pisang Narkoba di Bantul

Nasional • 1 month ago

Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri berhasil mengungkap pabrik barang terlarang di empat wilayah berbeda, Jumat 3 November 2023. Empat lokasi pabrik pembuatan narkoba berada di Depok, Jawa Barat; Magelang, Jawa Tengah; dan dua tempat di Bantul, Yogyakarta. 

Para pelaku mencampurkan narkoba jenis happy water ke dalam keripik pisang yang diproduksinya. Produk tersebut selanjutnya mereka jual secara online.

Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan kepolisian. Polisi menemukan sebuah toko yang menjual keripik pisang dengan harga tak wajar. 

"Emang harganya cukup tinggi, 'keripik pisang kok harga segitu', sebenarnya memang tidak masuk akal," kata Wahyu di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Jumat, 3 November 2023.

Keripik pisang dengan berbagai kemasan di antaranya 500 gram, 200 gram, 100 gram, dan 50 gram, dengan harga mulai Rp1,5 juta hingga Rp6 juta. Selain itu, lanjutnya, mereka juga menjual happy water seharga Rp1,2 juta.

Polisi kemudian menyelidiki akun penjual tersebut yang ternyata memiliki pengikut yang cukup banyak. Sebulan setelah penyelidikan, polisi kemudian menggerebek lokasi pemasaran keripik pisang narkoba di daerah Cimanggis, Depok, pada Kamis 2 November 2023.

"Dan menemukan barang bukti berupa keripik pisang dan pil happy water," ungkap Wahyu.

Dari penggerebekan tersebut polisi menangkap tiga pelaku yang terdiri dari pemilik akun, pemilik rekening dan penjual keripik tersebut.

Bareskrim kemudian menggerebek tempat produksi di wilayah Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah dengan menangkap 2 orang. Mereka merupakan produsen. Sementara, penelusuran berlanjut di Kabupaten Bantul. Di Bantul, Bareskrim membongkar rumah produksi di kawasan Potorono dan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Wahyu mengungkapkan delapan orang yang ditangkap masing-masing bertugas sebagai pengelola medsos, pemegang rekening dan pemegang hasil produksi, gudang pemasaran, pengolah, dan distributor.

"Adapun barang bukti yang kami amankan 426 bungkus keripik pisang, 2.022 botol happy water, dan 10 kilogram bahan baku narkoba," kata dia.

Kedelapan orang itu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal yang digunakan di antaranya Pasal 114 ayat 2, Jo Pasal 132 ayat 1, subsider Pasal 113 ayat 2, lebih subsider pasal 112 ayat 2, jo Pasal 132 ayat 1. Adapun ancamannya minimal pidana 5 tahun dan maksimal hukuman mati, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan maksimal Rp10 miliar.

IRT Asal Jakut Nekat Selundupkan 10 Ribu Pil Ekstasi dari Malaysia

IRT Asal Jakut Nekat Selundupkan 10 Ribu Pil Ekstasi dari Malaysia

Nasional • 2 months ago

Pelaku berinisial AG yang merupakan warga Kalibaru, Cilingcing, Jakarta Utara itu kedapatan membawa lebih dari 10 ribu pil ekstasi dari Malaysia.

10 Kg Ganja Asal Medan Diselundupkan ke Cimahi Bersama Ikan Asin

10 Kg Ganja Asal Medan Diselundupkan ke Cimahi Bersama Ikan Asin

Nasional • 2 months ago

Ganja seberat 10,16 kilogram itu diamankan dari para tersangka yang kini telah mendekam di Polres Cimahi.

Selebgram Adelia Diduga Atur Keuangan Narkoba Jaringan Internasional

Selebgram Adelia Diduga Atur Keuangan Narkoba Jaringan Internasional

Nasional • 3 months ago

Selebgram asal Palembang, Adelia Putri Salma (APS) terseret kasus gembong narkoba internasional Fredy Pratama. Adelia yang dikenal dengan julukan ratu narkoba ini ditangkap 26 Agustus lalu karena diduga menjadi kaki tangan Fredy Pratama.

Penangkapan Adelia berawal dari pemeriksaan tersangka Fajar Reskianto bulan Maret 2023 lalu. Dari pemeriksaan Fajar muncul nama suami Adelia, David yang merupakan bandar narkoba yang ditangkap 2017 silam.

Aset David berupa rumah, mini market, 13 unit mobil mewah hingga perhiasan disita polisi. Adelia menjadi pihak yang menerima dan menikmati hasil kejahatan narkotika yang dilakukan suaminya.

Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa menyebut para tersangka memiliki perannya masing-masing dalam kasus peredaran narkoba. Adelia sendiri menurut Brigjen Mukti berperan mengatur keuangan narkoba dari David yang berada di lapas.

"Dia (APS) yang mengatur peredaran keuangan narkoba dari suaminya (David) yang berada di lapas. Terbuka bahwa selama ini keuangan-keuangan yang dilakukan oleh selebgram (APS) adalah keuangan narkoba," jelas Brigjen Pol Mukti Juharsa dalam dialog di Metro TV.

Brigjen Mukti menyebut ini langkah permulaan yang dilakukan Polri untuk mengungkap jaringan internasional Fredy Pratama. Ia berharap dengan penangkapan ini, masuknya barang haram ke Indonesia menjadi sedikit bahkan tidak ada sama sekali.

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu asal Malaysia

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu asal Malaysia

Nasional • 3 months ago

TNI Angkatan Laut melakukan pengejaran terhadap kapal cepat penyelundup narkoba jenis sabu di Perairan Teluk Lecah, Pulau Rupat, Riau. Dalam pengejaran ini TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan 5 kilogram sabu asal Malaysia.
 
Dua orang tersangka berinisial ZA, 49, dan AS, 39 mengaku sabu dikirim dari Johor, Malaysia dan akan diselundupkan ke  Pulau Bengkalis. Sebelumnya pelaku sempat membuang tas hitam ke laut yang kemudian diketahui berisi sabu.
 
Selanjutnya barang bukti sabu dan kapal cepat diserahkan kepada BNN Riau untuk diproses lebih lanjut. Kasus ini akan dikembangkan oleh BNN sebagai bagian dari proses pemberantasan narkoba.

Pria di Palembang Nekat Jual Sabu Demi Biaya Anak Sekolah

Pria di Palembang Nekat Jual Sabu Demi Biaya Anak Sekolah

Nasional • 4 months ago

RA ditangkap Anggota Tim Penyidik Ditresnarkoba Polda Sumsel di pinggir Jalan Mayjen Yusuf Singadekane Palembang, Kamis, 27 Juli 2023 pukul 15.30 WIB.