NEWSTICKER

Harapan & Peringatan untuk Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura

27 January 2022 13:45

Telah disahkannya perjanjian ekstradisi antara RI dengan Singapura, sudah lama dinantikan oleh KPK. Tidak sedikit buronan kasus korupsi diduga bersembunyi atau menyembunyikan aset hasil korupsinya di Singapura yang selama ini belum dapat ditindaklanjuti karena tak ada ekstradisi.

"Kita sambut baik perjanjian ekstradisi ini, tapi lebih bermakna bila segera diimplementasikan," ujar Ketua KPK, Firli Bahuri, di sela rapat kerja dengan Komisi III DPR.

Dukungan juga disampaikan oleh anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. Namun demikian dia menegaskan bahwa DPR akan menelaah detail perjanjian ekstradisi ini untuk memastikannya benar-benar mendatangkan manfaat timbal balik bagi dua negara.

"Perjanjian ini tidak dikaitkan dengan perjanjian lain yang hanya menguntungkan Singapura," sambung Arsul.

Peringatan juga disampaikan ahli dalam hukum tindak pidana pencucian uang (TPPU), Yenti Ganarsih. Pemerintah harus menindaklanjuti perjanjian ektradisi ini dengan mengadakan segera perangkat hukum pendukung eksekusinya kelak.

"Untuk apa kita minta dikembalikan hartanya tersangka yang ada di situ tapi kita tidak perangkat lengkap UU untuk mengejarnya," wanti Yenti.